Krakatau Erupsi, HIPPI Banten Turun ke JLS Cilegon Bagi Masker dan Soroti Nasib Wisata Banten
CILEGON – di sela-sela aksi kemanusiaan pembagian ribuan masker gratis oleh Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI Provinsi Banten). Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Budaya DPD HIPPI Banten, Iwan N. Kurniawan, menegaskan bahwa pariwisata dan UMKM di Banten harus tangguh menghadapi tantangan alam.
Pernyataan tersebut ia sampaikan selaku ketua panitia Kegiatan tanggap darurat ini dipusatkan di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon, tepat di sekitar Kantor DPD HIPPI Banten. Langkah cepat ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu lebat ke wilayah udara pesisir Banten.
Pariwisata Jangan Mati Suri, Manajemen Krisis Harus Berjalan
Sebagai Ketua Panitia sekaligus praktisi wisata, Iwan N. Kurniawan memberikan analisa mendalam mengenai dampak rambatan erupsi ini terhadap urat nadi pariwisata daerah.
“Keselamatan warga dan wisatawan adalah nomor satu. Dampak abu vulkanik ini tentu memicu penurunan kunjungan jangka pendek ke destinasi pantai seperti Anyer dan Carita. Namun, pariwisata Banten tidak boleh mati suri. Kita harus mengedepankan manajemen krisis yang terukur,” ujar Iwan di tengah hiruk-pikuk pembagian masker.
Iwan menambahkan bahwa pembagian masker ini adalah aksi hulu untuk menjaga kesehatan para pekerja logistik dan transportasi penunjang wisata yang melintasi JLS Cilegon. “Kami mendorong para pengelola hotel untuk beradaptasi, misalnya menyediakan masker bagi tamu dan memaksimalkan aktivitas indoor. Kita harus tunjukkan kepada publik bahwa Banten tetap aman dikunjungi selama mematuhi panduan jarak aman dari otoritas resmi,” jelasnya.


Pukulan Bagi Sektor Kuliner dan UMKM Kreatif
Turut hadir di lokasi kegiatan bersama para pengurus harian DPD Hippi Banten, Wakil Ketua Bidang UMKM dan Koperasi DPD HIPPI Banten, Laura Irawati, memberikan sorotan tajam mengenai nasib para pelaku usaha kecil yang terdampak langsung oleh fenomena alam ini.
“Paparan abu vulkanik ini menjadi tantangan berat bagi sektor UMKM, terutama pelaku usaha kuliner terbuka dan kerajinan kreatif di sepanjang jalur wisata. Omzet mereka berpotensi turun drastis karena masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan wisatawan menunda kunjungan,” ungkap Laura.
Meskipun demikian, Laura optimis bahwa UMKM Banten bisa bertahan dengan mengubah strategi bisnis secara kilat. “HIPPI Banten mengimbau para pelaku UMKM, khususnya sektor makanan, untuk memperketat higienitas produk. Gunakan kemasan yang tertutup rapat agar terhindar dari debu silika. Selain itu, ini saatnya memaksimalkan penjualan secara digital (online) dan layanan pesan-antar agar roda usaha tetap berputar tanpa mengabaikan faktor kesehatan,” tambah Laura.
Sinergi Menuju Pemulihan Ekonomi
Aksi pembagian masker yang dimotori oleh DPD HIPPI Banten ini menjadi simbol sinergi dunia usaha dalam melindungi ekosistem ekonomi paling bawah. HIPPI Banten berharap pemerintah daerah terus memperbarui informasi zona aman secara transparan guna menangkal berita bohong (hoaks) yang dapat memperparah keterpurukan sektor pariwisata dan UMKM di Provinsi Banten.
Berita Terkait :

